Sambutan Kepala Madrasah

Selasa, 17 Juli 2018

Ratna Febriyanti Alumni PKn Raih IPK 4.0 (Sempurna)

Oleh Deni Kurniawan As'ari
Wakil Sekjen IKA PKn UPI
Keluarga besar IKA PKn UPI turut bersyukur sekaligus bangga. Salah satu alumni,  Ratna Febriyanti dalam Upacara Wisuda Gelombang II UPI, Rabu (4/7/2018) dinyatakan sebagai satu-satunya lulusan UPI yang berhasil meraih predikat yudisium magna cumlaude (sempurna). 

Dari 918 wisudawan Ratna meraih IPK 4.00. Tak pelak prestasi alumni satu ini menjadi inspirasi dan motivasi bagi mahasiswa PKn lainnya yang saat ini masih mengikuti perkuliahan.

“Tidak ada kiat khusus sebenarnya. Tapi yang paling utama harus diketahui tujuan utama kuliah itu apa. Ya kalau saya sih karena bukan mahasiswa bm dan membayar UKT secara reguler, maka yang paling utama adalah bagaimana saya bisa mempertanggungjawabkan amanah dari orangtua. Maka, kuliah yang betul, bismillah setidaknya bisa sedikit membahagiakan orang tua,” ujar gadis asli Cirebon ini.
Ia mengungkapkan jangan lupa untuk selalu minta do’a terutama dari orangtua karena menurutnya keberhasilan itu bukan semata karena kita sendiri tapi mungkin ada do’a orang lain yang Allah izinkan untuk diijabah.
“Saya selalu berusaha sebelum tes atau ulangan selalu telpon atau sms minta do’a kepada orangtua,” terangnya.

Ratna Febriyanti saat mendapat ucapan selamat dari Rektor UPI
Saat ditanya bagaimana cara belajar sehingga meraih prestasi gemilang. Ratna mengaku kebiasaan belajarnya biasa saja seperti yang lain. Ketika ada yang tidak dipahami ia bertanya kepada dosen atau teman yang lebih mengerti. 

“Selain itu saya selalu memperhatikan dosen saat menjelaskan,” ujar Ratna. 

Setelah dinyatakan sebagai lulusan berprestasi Ratna merasa bahagia. Setidaknya mimpinya untuk bisa membanggakan kedua orang tua telah terwujud. “Jujur saja sebenarnya saya tidak berambisi untuk menjadi wisudawan terbaik. Dalam pikiran saya ya hanya ingin membanggakan orantua saja. Jadi ya lakukan terbaik yang saya bisa. Adapun perkara hasil biar Allah yang menentukan,” tutur dara cantik berkacamata itu.

Selain bersyukur dan bangga, Ratna merasa takut juga. Terutama takut tidak bisa mempertanggungjawabkan nilai tersebut di hadapan Allah terutama karena masih banyak yang lebih pantas dan lebih pintar juga lebih berprestasi dari dirinya. “Ini berkah sekaligus ujian bagi saya.”

Ia mengaku semua dosen PKn sangat baik. “Yang paling saya idolakan itu Prof. Dr. Kokom Komalasari, M.Pd. Bu Kokom sangat keibuan dalam mengajar. Bu Kokom terlihat berwibawa dan cerdas. Saya sangat suka dengan cara beliau yang penuh kelembutan,” ungkapnya. Ratna pun bercita-cita menjadi pendidik (dosen). Sejak kecil Ratna suka pura-pura jadi guru kemudian belajar bareng dengan teman-teman. Bahagia, bangga, dan  seneng banget kalau ada yang paham karena dibantu dirinya.

Di mata Ratna profesi pendidik itu ladang amal yang luar biasa karena ilmu yang bermanfaat dapat terus mengalir pahalanya sampai meninggal. Pendidik (guru atau dosen) memiliki peran penting dalam mencerdaskan generasi muda terutama akhlak dan karakter yang memang sudah sangat terkikis sekrang ini.

Hobi Ratna membaca. Menurutnya membaca itu bisa meningkatkan kepercayaan diri. Adapun mottonya: Hidup sekali, berarti, lalu mati. 

“Setidaknya dalam hidup kita yang singkat ini, saya bisa menjadi orang yang memberikan manfaat bagi orang lain karena sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain,” pungkasnya.