Sambutan Kepala Madrasah

Kamis, 30 Juni 2016

Apa Kata Alumni PKn UPI?


"Kesan saya selama kuliah di jurusan PKn atau sekarang departemen PKn UPI merasa senang. Kebetulan sesuai dengan keinginan sendiri sehingga tidak merasa terpaksa saat mengikuti perkuliahan. Apalagi sejak kecil saya bercita-cita jadi guru. Menurut hemat saya para dosen PKn dapat dikatakan memiliki kemampuan yang baik. Ilmu yang bapak ibu dosen sampaikan dapat dimengerti dan dipahami. Selama menjalani masa kuliah juga menyenangkan,  karena memiliki teman kuliah yang solid. Kalau pun ada persaingan masih wajar dan berjalan dengan sehat. Di samping itu tempat kuliah yang nyaman, asri, dan sejuk. Pokoknya pas banget untuk menuntut ilmu. Jayalah selalu departemen PKn UPI."
(Elis Nurmaelis, S.Pd. guru SMP Negeri 6 Sumedang)
 

"Kuliah pada departemen PKn UPI tidak semata-mata untuk menjadi guru tetapi berupaya untuk mempersiapkan dan membentuk warga negara yang baik. Selain itu sarat dengan upaya menanamkan pendidikan karakter bangsa dan menumbuhkan jiwa dan semangat kepemimpinan. Pembelajaran saat kuliah “gersang’ atau gereget dan merangsang. Sarat keteladanan dari para dosen PKn dalam segala hal sehingga menjadi inspirasi bagi mahasiswa."
(Dian Sudiono, S.Pd. guru SMP Negeri 9 Cilegon)
 

"Saya bersyukur bisa merasakan kuliah di departemen PKn UPI. Saat itu saya lulus SMA tahun 1995 nyaris sangat jarang teman-teman SMA yang mau melanjutkan kuliah ke IKIP Bandung terlebih jurusan PKN kala itu, karena berarti akan menjadi guru PKn. Kini, saya bersyukur pada Allah SWT dan bangga menjadi bagian dari departemen PKn UPI. Saya juga angkat topi pada para dosen PKn UPI yang memiliki kompetensi bagus terutama dalam hal penulisan. Saat ini saya selaku alumni suka bangga dan termotivasi saat membaca tulisan Prof. Idrus, Prof. Karim dan Dr. Cecep Darmawan  di harian Pikiran Rakyat. Mereka tidak hanya menginspirasi saat kuliah tapi juga hingga kini saat saya sudah menjadi alumni. Terimakasih untuk bapak ibu dosen PKn."
(Deni Kurniawan As'ari, S.Pd. guru MTs Negeri Majenang)