Sambutan Kepala Madrasah

Jumat, 21 September 2018

Cecep Darmawan Ikut FGD di BPN

Pakar politik sekaligus guru besar UPI, Cecep Darmawan, menghadiri acara focus group discussion (FGD) di Kementerian Agraria dan Tata Ruang, Badan Pertanahan Nasional, Jalan Sisingamangaraja, Jakarta Selatan, Selasa (18/9/2018) pukul 13.30 WIB.

Cecep menyampaikan makalah dengan judul Kajian Hukum Pengambilalihan Kewenangan Penyelesaian Penyimpangan Administratif Dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang  (Perspektif kebijakan Publik). Mengawali paparannya ia membahas pengertian  kebijakan public.

“Unsur utama kebijakan public itu aktornya pemerintah. Ada perbuatannya yakni kebijakan formil dan terakhir tujuan,” ujarnya.

Cecep menambahkan tahapan umum dalam kebijakan publik meliputi perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. “Perencanaan meliputi merumusan dan pemilahan masalah yang kemudian diformulasikan sesuai tujuannya. Tahapan pelaksanaan, meliputi  sumber daya apa saja yang terlibat dalam implementasi kebijakann sesuai koridor aturan yang berlaku. Tahapan evaluasi, menyangkut instrumen kebijakan yang mempertanyakan apakah implementasi kebijakn itu sudah sesuai denan rencana? Ataukan mengalami hambatan dan bagaimana solusinya,” terang Sekjen IKA PKn UPI.

Masih menurut Cecep Pemerintah mesti melaksanakannya dengan memperhatikan asas-asas umum pemenrintahan yang baik sebagaimana diatur dalam pasal 10  Undang-Undang N0. 30 tahun 2014 tentang Administrasi Pemeriintahan.

Dalam pandangannya meskipun belum ditetapkan kriteria bagaimana prosedur pengambilalihan sebagai langkah penyelesaian, pemerintah pusat dan gubernur memiliki kewenangan melekat sebagai bentuk konsekuensi dari negara kesatuan. Dalam konteks negara kesatuan, maka kewenangan penyelenggaraan pemerintahan berada pada pemerintahan pusat yang kemudian dibagi-bagi ke daerah (residual theory) sesuai dengan prinsip otonomi daerah sebagaimana diatur dalam pasal 18 UUD NRI tahun 1945.

“Prinsip negara kesatuan ini melekat pada implementasi kebijakan pembagian kewenangan dan urusan pemerintahan. Jika ada kabupaten/kota yang tidak mampu melaksanakan salah satu urusan yang diotonomikan maka provinsi dengan kewenangannnya sebagai kepanjangtanganan pemerintah pusat dapat melakukan take over atau mengambil alih kewenangan tersebut. Begitu pula kewenangan yang melekat pada provinsi, jika tidak bisa diimplemenasikan dengan baik, maka pemerintah pusat harus segera melakukan langkah pengambilalihan kewenangan tersebut,” pungkasnya. 

(Ari)

Minggu, 09 September 2018

Cecep Darmawan Jadi Ketua Tim Seleksi Anggota KPUD Jabar 3

Tim seleksi (timsel) meliputi 12 provinsi (16 timsel) yang akan mencari calon anggota KPU provinsi, kabupaten/kota 2018-2023 resmi dilantik oleh Ketua Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia, Arief Budiman di Kantor KPU RI, Jakarta, Minggu malam (9/9/2018).  Dalam keputusan KPU RI nomor 178/PP.06-Kpt/05/KPU/IX/2018  itu Prof. Dr. H. Cecep Darmawan, S.Ip., M.Si., M.H., termasuk salah satu yang diberi amanat menjadi timsel Jabar 3 yang meliputi Kabupaten Subang, Kabupaten Kuningan, dan Kabupaten Majalengka.
 

"Alhamdulillah, saya dipercaya menjadi anggota timsel dan sudah dilantik Ketua KPU minggu kemarin dan saya satu-satunya dosen UPI yang lolos seleksi kali ini. Mudah-mudahan menjadi pembelajaran praktika manajemen politik yang baik sekaligus membawa kebaikan bagi penyelenggaraan pemilu yang akan datang,” ujar guru besar ilmu politik UPI yang juga Sekjen IKA PKn UPI tersebut. 


Cecep juga didaulat menjadi Ketua Timsel Jabar 3. Ia bertugas untuk menyeleksi calon anggota KPU Kabupaten Subang, Kabupaten Majalengka,  dan  Kabupaten Kuningan. “Semoga tugas berat ini dapat saya tunaikan dengan baik. Mohon do’a dari rekan-rekan IKA PKn UPI,” terangnya.

Sebagai informasi, timsel untuk gelombang VI berjumlah 16 jajaran, berasal dari 12 daerah antara lain Provinsi Sumatera Utara (Kab Batubara, Kab Padang Lawas Utara/timsel 1), Provinsi Bangka Belitung (Kab Belitung/timsel 1), Provinsi Bengkulu (Kab Bengkulu Selatan/timsel 1), Provinsi Jambi (Kab Merangin, Kab Kerinci, Kota Jambi, Kota Sungai Penuh/timsel 1),KPU  Provinsi Banten (Kab serang, Kota Tangerang, Kota Serang/timsel 1), Provinsi Jawa Barat (Kab Ciamis, Kota Banjar, Kab Pangandaran/timsel 1), (Kab Bogor, Kota Banung, Kota Bogor/timsel 2), (Kab Majalengka, Kab Kuningan, Kab Subang/timsel 3). 
 
Segenap keluarga besar IKA PKn UPI turut bersyukur dan bangga. “Saya senang pak sekjen dipercaya oleh KPU RI menjadi timsel. Semoga sukses,” tutur Deni Kurniawan As’ari yang juga Wakil Sekjen IKA PKn UPI.

Jumat, 31 Agustus 2018

Lebih Dekat dengan Masrukhi, Alumni Menjabat Rektor Unimus

Salah satu alumni PKn UPI yang sukses menjabat di kampus adalah Prof. Dr. Masrukhi M.Pd,  atau  lebih dikenal dengan ‘Pak Uchi’.  Lahir di Tegal, pada 8 Mei 1962. 

Saat ini Pak Uchi menjabat sebagai Rektor Unimus setelah memperoleh suara terbanyak pada pemilihan rektor periode 2015-2019 oleh Senat Unimus. Guru besar pada Jurusan Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Semarang (Unnes) ini kini tinggal di Kelurahan Petemon Kecamatan Gunungpati Kota Semarang bersama keluarga tercintanya. Suami dari Dra. Umi Mar’atun (Guru PNS di SMA Teuku Umar Semarang), dan ayah  tiga orang putra yaitu  Riza Maulana (mahasiswa Farmasi UGM), Deni Yudistira (Perencanaan Wilayah dan Kota UGM), Faiq Madani, dan Salma Aulia Salsabila.


Ia mengawali pendidikan formal pertamanya di SD Negeri Pengabean, Tegal tahun 1968 – 1974. Kemudian melanjutkan ke MTs Assalafiyah 1974 – 1977, sebuah  madrasah swasta di bawah Yayasan Nassalafiyah Randu Gunting Kota Tegal. Selanjutnya mengikuti Sekolah Pendidikan Guru (SPG) Negeri tahun 1977 – 1981. Gelar sarjananya ia selesaikan  di Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) Bandung (UPI) pada Program Pendidikan Kewarganegaraan tahun 1981 – 1986. Menariknya  gelar magister ia tempuh juga di UPI pada Program Pascarsarjana Pendidikan Nilai  tahun 1992 – 1995. Ia bercerita saat kembali menempuh S2-nya di kampus UPI.

"Saya mengulang nostalgia di Bumi Siliwangi dengan tempat kos-kosan yang menyimpan banyak kenangan di Gegerkalong Bandung karena kesejukannya," ujarnya. 
Adapun gelar doktornya pada Manajemen Pendidikan di Universitas Negeri Semarang (Unnes) tahun 2006 – 2009. 

"Saya mengambil program doktor di kampus sendiri, karena sambil mengabdi sebagai Pembantu Dekan I di Fakultas Ilmu Sosial Unnes dan dilanjutkan menjabat sebagai Pembantu Rektor Bidang kemahasiswaan Unnes," terangnya. 
Pada tahun 2011 ia dikukuhkan sebagai guru besar Pendidikan Moral pada FIS Unnes. Selain itu aktif dalam Pengurus Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah di Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah. Selama beberapa tahun terakhir ia juga menjadi anggota Badan Pengurus Harian (BPH) Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus). Di Unnes sendiri pernah menjabat sebagai Ketua Jurusan PPKn Unnes. Selain itu pernah mendapat amanah Pembantu Dekan I Fakultas Imu Sosial, dan selama dua periode menjadi Pembantu Rektor Bidang Kemahasiswaan. 

Pakar pendidikan karakter ini pernah menjadi Ketua Badan Pembina Olahraga Mahasiswa Indonesia (Bapomi) Jawa Tengah. Ia juga memimpin paguyuban Pembantu Rektor Bidang Kemahasiswaan se-Indonesia. Kini di masyarakat pendidikan Jateng didaulat sebagai Wakil Ketua Dewan  Pendidikan Provinsi Jawa Tengah.

Dalam kepengurusan IKA PKn UPI, pria ramah ini menjabat sebagai anggota Dewan Penasehat Ikatan Alumni PKn UPI periode 2014-2019. Segenap anggota IKA PKn UPI turut bersyukur dan bangga dengan kiprah alumni satu ini. Tentunya akan menginspirasi alumni lain untuk turut berkiprah sesuai bidang kerjanya masing-masing.


(Deni Kurniawan As'ari/Wasekjen IKA PKn UPI)


Selasa, 17 Juli 2018

Ratna Febriyanti Alumni PKn Raih IPK 4.0 (Sempurna)

Oleh Deni Kurniawan As'ari
Wakil Sekjen IKA PKn UPI
Keluarga besar IKA PKn UPI turut bersyukur sekaligus bangga. Salah satu alumni,  Ratna Febriyanti dalam Upacara Wisuda Gelombang II UPI, Rabu (4/7/2018) dinyatakan sebagai satu-satunya lulusan UPI yang berhasil meraih predikat yudisium magna cumlaude (sempurna). 

Dari 918 wisudawan Ratna meraih IPK 4.00. Tak pelak prestasi alumni satu ini menjadi inspirasi dan motivasi bagi mahasiswa PKn lainnya yang saat ini masih mengikuti perkuliahan.

“Tidak ada kiat khusus sebenarnya. Tapi yang paling utama harus diketahui tujuan utama kuliah itu apa. Ya kalau saya sih karena bukan mahasiswa bm dan membayar UKT secara reguler, maka yang paling utama adalah bagaimana saya bisa mempertanggungjawabkan amanah dari orangtua. Maka, kuliah yang betul, bismillah setidaknya bisa sedikit membahagiakan orang tua,” ujar gadis asli Cirebon ini.
Ia mengungkapkan jangan lupa untuk selalu minta do’a terutama dari orangtua karena menurutnya keberhasilan itu bukan semata karena kita sendiri tapi mungkin ada do’a orang lain yang Allah izinkan untuk diijabah.
“Saya selalu berusaha sebelum tes atau ulangan selalu telpon atau sms minta do’a kepada orangtua,” terangnya.

Ratna Febriyanti saat mendapat ucapan selamat dari Rektor UPI
Saat ditanya bagaimana cara belajar sehingga meraih prestasi gemilang. Ratna mengaku kebiasaan belajarnya biasa saja seperti yang lain. Ketika ada yang tidak dipahami ia bertanya kepada dosen atau teman yang lebih mengerti. “Selain itu saya selalu memperhatikan dosen saat menjelaskan,” ujar Ratna. Setelah dinyatakan sebagai lulusan berprestasi Ratna merasa bahagia. Setidaknya mimpinya untuk bisa membanggakan kedua orang tua telah terwujud. “Jujur saja sebenarnya saya tidak berambisi untuk menjadi wisudawan terbaik. Dalam pikiran saya ya hanya ingin membanggakan orantua saja. Jadi ya lakukan terbaik yang saya bisa. Adapun perkara hasil biar Allah yang menentukan,” tutur dara cantik berkacamata itu.

Selain bersyukur dan bangga, Ratna merasa takut juga. Terutama takut tidak bisa mempertanggungjawabkan nilai tersebut di hadapan Allah terutama karena masih banyak yang lebih pantas dan lebih pintar juga lebih berprestasi dari dirinya. “Ini berkah sekaligus ujian bagi saya.”

Ia mengaku semua dosen PKn sangat baik. “Yang paling saya idolakan itu Prof. Dr. Kokom Komalasari, M.Pd. Bu Kokom sangat keibuan dalam mengajar. Bu Kokom terlihat berwibawa dan cerdas. Saya sangat suka dengan cara beliau yang penuh kelembutan,” ungkapnya. Ratna pun bercita-cita menjadi pendidik (dosen). Sejak kecil Ratna suka pura-pura jadi guru kemudian belajar bareng dengan teman-teman. Bahagia, bangga, dan  seneng banget kalau ada yang paham karena dibantu dirinya.

Di mata Ratna profesi pendidik itu ladang amal yang luar biasa karena ilmu yang bermanfaat dapat terus mengalir pahalanya sampai meninggal. Pendidik (guru atau dosen) memiliki peran penting dalam mencerdaskan generasi muda terutama akhlak dan karakter yang memang sudah sangat terkikis sekrang ini.

Hobi Ratna membaca. Menurutnya membaca itu bisa meningkatkan kepercayaan diri.Adapun mottonya: Hidup sekali, berarti, lalu mati. “Setidaknya dalam hidup kita yang singkat ini, saya bisa menjadi orang yang memberikan manfaat bagi orang lain karena sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain,” pungkasnya.

Selasa, 17 April 2018

Yayat Suryatna Guru Berprestasi Kota Bogor 2018

Oleh: Deni Kurniawan As'ari, S.Pd., M.Pd. 
Wakil Sekjen IKA PKn UPI
Yayat Suryatna (kanan) saat menerima piala sebagai Juara 1 Guru Berprestasi Kota Bogor
Satu lagi alumni PKn berhasil menorehkan prestasi. Nama lengkapnya Yayat Suryatna, M.Pd. ia lahir di Bogor pada 25 Oktober 1972. Dalam ajang Lomba Guru Berprestasi (Gupres)  tahun 2018 dinobatkan sebagai Juara 1 untuk tingkat SMP se-Kota Bogor.
 
Rupanya prestasi ini bukan yang pertama kalinya.  Pada tahun 2015 lalu ia juga sukses menjadi juara 1 Gupres. Selain itu alumni PKn angkatan 1990 ini pernah meraih finalis Lomba Inovasi Pembelajaran tingkat nasional 2015, finalis Lomba Inovasi Pembelajaran tingkat nasional 2016, pemrasaran Diseminasi Literasi Tingkat Nasional 2017. Berikutnya guru di SMP Negeri 2 Kota Bogor ini juga tercatat sebagai instruktur kurikulum 2013, Tim Penulis Soal USBN Kota Bogor tahun 2017 dan  2018 serta reviewer Buku PPKn SMP Kelas 7 2018.

Sebelum dinyatakan sebagai juara, Yayat mengikuti tahapan test meliputi portofolio, penelitian tindakan kelas, artikel, tes tertulis, presentasi, dan wawancara. Lomba sendiri digelar Dinas Pendidikan Kota Bogor pada 11-12 April 2018 lalu.
“Bersyukur karena perjuangan selama ini mendapatkan apresiasi,” ujar suami dari Wiji Rahayu dan ayah Carissa Nadhira Putri Yuna ini. Ia pun berbagi kiat suksesnya. “Selalu memperbaiki dan meningkatkan pengetahuan dan kompetensi selaku guru,” tuturnya.
Yayat oleh teman-teman guru PKn se-Kota Bogor dipercaya menjadi Ketua MGMP PPKn SMP periode 2015-2019. Melalui MGMP ia bersama koleganya senantiasa sharing untuk meningkatkan profesionalitasnya sebagai guru.

Hobinya membaca dan main sudoku. Yayat terus memantapkan dirinya untuk mengikuti ajang Gupres pada tingkat provinsi Jawa Barat yang akan digelar pada awal Mei mendatang.

***

Sabtu, 21 Oktober 2017

Prof. Karim Suryadi, Dosen Paling Aktif Mengisi Talkshow TV

Rasa bangga kembali dirasakan oleh segenap alumni PKn UPI. Karim Suryadi, salah satu dosen PKn UPI yang juga Dewan Pensehat IKA PKn UPI baru-baru ini dinilai sebagai dosen UPI yang paling aktif mengisi talkshow di TV. Penilaian tersebut dikemukakan langsung oleh Rektor UPI, Asep Kadarohman saat pidato Peringatan Dies Natalis ke-63, Jum'at (20/10/2017) lalu.

"Saya mengucapkan selamat kepada Bapak Prof. Dr. H. Karim Suryadi, M.Si. sebagai dosen yang aktif mengisi acara talkshow di TV," ujar rektor UPI PAW 2015-2020 itu.

Karim Suryadi saat tampil di CNN Indonesia
Seperti yang diketahui bersama bahwa Karim Suryadi selama ini sering diminta sebagai narasumber di berbagai stasiun televisi. Ia pernah mengisi di TVOne, CNN, Kompas TV, Metro dan lainnya. Biasanya Karim menjadi pembicara dalam kapasitasnya sebagai pakar komunikasi politik.
Nampaknya dosen UPI yang seringkali "nongol" di TV adalah dirinya. Wawasannya  luas dan bicaranya lugas merupakan ciri khas dari dosen kelahiran Subang, 14 Agustus 1970 itu. Ia pernah menjabat sebagai Dekan Fakultas Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan Sosial (FPIPS) periode 2010-2016.

Dalam laman Wikipedia dijelaskan mengenai profilnya. "Selain sebagai akademisi, ia juga dikenal sebagai pengamat politik, peneliti, narasumber, kolomnis, dan penulis.  Sosoknya sering tampil sebagai narasumber talkshow dan diskusi politik di media televisi nasional. Namanya pernah disebut sebagai salah satu tokoh Jawa Barat yang diunggulkan sebagai calon menteri pada Pemerintahan Presiden Joko Widodo. Adapun di tingkat regional Jawa Barat alumni PPKn Universitas Pendidikan Indonesia ini disebut sebagai tokoh yang diperhitungkan menjadi bakal calon Gubernur Jawa Barat 2018."

(DKA)